Soal Tes Potensi Dasar PCPM BI 2026: Materi, Contoh Soal, dan Pembahasannya

soal tes potensi dasar pcpm bi

Soal tes potensi dasar PCPM BI menjadi salah satu informasi yang banyak dicari peserta setelah lolos seleksi administrasi. Tahap ini menguji beberapa kemampuan dasar, mulai dari penalaran verbal, kemampuan numerik, ketelitian mencocokkan simbol, hingga kemampuan membaca pola diagram.

Memahami bentuk soal tes potensi dasar PCPM BI dapat membantu peserta mengetahui karakter setiap subtes sebelum mengikuti Seleksi Potensi Dasar. Berdasarkan Kurikulum PCPM BI Angkatan 41, materi pembelajaran Tahap 1 mencakup Verbal, Numerical, Digit Symbol, dan Diagrammatical.

Materi Soal Tes PCPM BI

Dalam kurikulum yang digunakan sebagai referensi, Seleksi Potensi Dasar atau TPD PCPM BI terdiri atas empat kelompok soal. Perbedaannya cukup signifikan karena ada soal yang memerlukan penalaran informasi, pengolahan angka, ketelitian simbol, hingga kemampuan menemukan pola visual.

Berikut gambaran alokasi yang tercantum dalam dokumen kurikulum:

MateriJumlah SoalAlokasi Waktu
Lisan10 soal12 menit
Numerik10 soal10 menit
Simbol Angka36 soal7 menit
Diagram10 soal7,5 menit

Data tersebut berasal dari rencana materi pembelajaran dalam Kurikulum PCPM BI Angkatan 41. Dokumen juga menjelaskan bahwa sebagian struktur pembelajaran disusun menggunakan hasil penelitian internal dan proyeksi kurikulum, sehingga jumlah soal maupun waktu sebaiknya tidak dianggap sebagai ketentuan resmi Bank Indonesia apabila belum mencantumkan pada petunjuk peserta tes.

Dari pembagian tersebut terlihat bahwa soal tes potensi dasar PCPM BI bukan sekadar tes berhitung. Peserta perlu memiliki kemampuan membaca aturan, mencari hubungan informasi antar, mengenali pola angka, menemukan simbol dengan cepat, serta mengidentifikasi aturan pada gambar.

Baca Juga Cari tahu PCPM Bank Indonesia 2026 Angkatan 41, mulai dari syarat, jalur, tahapan seleksi, jadwal, hingga cara cek pengumuman resmi BI.

Contoh Soal Tes Potensi Dasar PCPM BI Bagian Verbal

Bagian verbal dalam referensi kurikulum lebih banyak tekanan kemampuan memahami sejumlah informasi atau ketentuan, kemudian menarik kesimpulan yang benar berdasarkan informasi tersebut.

Model penjelasannya dapat berupa:

  • Benar
  • Salah
  • Tidak Dapat Ditentukan

Peserta tidak boleh mengambil kesimpulan berdasarkan asumsi pribadi. Semua keputusan harus berasal dari informasi yang diberikan dalam stimulus.

Contoh Soal Verbal PCPM BI

Empat teman, yaitu Gani, Hana, Ivan, dan Joko, masing-masing memesan minuman berbeda: Kopi, Teh, Jus, dan Susu.

Ketentuan:
  • Hana memesan Teh
  • Gani tidak memesan Kopi maupun Jus
  • Ivan memesan Jus

Pernyataan: Joko memesan Kopi.

A. Benar
B. Salah
C. Tidak Dapat Ditentukan
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: A. Benar

Hana memesan Teh dan Ivan memesan Jus. Gani tidak boleh memesan Kopi maupun Jus. Karena Teh dan Jus sudah digunakan, Gani harus memesan Susu.

Minuman yang tersisa adalah Kopi sehingga menjadi milik Joko. Jadi, pernyataan bahwa Joko memesan Kopi adalah benar.

Susunannya menjadi:

NamaMinuman
GaniSusu
HanaTeh
IvanJus
JokoKopi

Dengan demikian, pernyataan bahwa Joko memesan kopi adalah benar.

Model seperti ini menunjukkan bahwa soal tes potensi dasar PCPM BI bagian verbal membutuhkan kemampuan mengeliminasi kemungkinan satu per satu.

Contoh lain dalam PDF menggunakan lima karyawan yang harus mengadakan presentasi dari Senin sampai Jumat. Peserta harus menentukan apakah pernyataan mengenai hari presentasi seseorang dapat dipastikan benar, salah, atau justru tidak dapat ditentukan.

Untuk tipe tersebut, membuat tabel sederhana dapat membantu melihat hubungan antaraturan secara lebih jelas.

Contoh Soal Numerical PCPM BI

Tentukan bilangan yang tepat untuk menggantikan tanda tanya (?) pada matriks berikut.

29 89 269
? 83 251
78 236 710
A. 23
B. 25
C. 27
D. 29
E. 31
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. 27

Pola setiap baris adalah:

Angka sebelumnya × 3 + 2

Baris pertama: 29 × 3 + 2 = 89, kemudian 89 × 3 + 2 = 269.

Untuk mencari angka sebelum 83: (83 − 2) ÷ 3 = 27.

Jadi, angka yang tepat adalah 27.

Contoh Soal Numerical PCPM BI – Selisih Tetap

Tentukan bilangan yang tepat untuk menggantikan tanda tanya (?) pada matriks berikut.

261 270 279 288
284 293 302 311
215 224 ? 242
323 332 341 350
A. 229
B. 231
C. 233
D. 235
E. 237
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: C. 233

Perhatikan perubahan angka dari kiri ke kanan pada setiap baris. Pola yang digunakan adalah selisih tetap +9.

261 → 270 → 279 → 288
+9      +9      +9

Pola yang sama berlaku pada baris ketiga:

215 → 224 → ? → 242

Dari angka 224, tambahkan 9:

224 + 9 = 233

Untuk memastikan pola tetap konsisten:

233 + 9 = 242

Jadi, bilangan yang tepat untuk menggantikan tanda tanya adalah 233.

Hal penting pada bagian numerik adalah jangan langsung bertumpu pada satu jenis operasi. Pola dapat berbentuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, maupun kombinasi beberapa operasi.

Pada contoh lain dalam dokumen, setiap perpindahan kolom bahkan dapat menggunakan operasi yang berbeda. Artinya, peserta perlu memeriksa konsistensi pola pada lebih dari satu baris sebelum memutuskan jawaban.

Contoh Soal Digit Symbol PCPM BI

Perhatikan legenda simbol berikut, kemudian terjemahkan rangkaian simbol sesuai pasangan huruf yang tersedia.

A B C D E F G H I J
Rangkaian simbol:
╕    ╟    ╫

Rangkaian huruf yang tepat adalah…

A. JGG
B. CJG
C. GCJ
D. JGC
E. JCG
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: E. JCG

Cocokkan setiap simbol dengan huruf pada legenda secara berurutan dari kiri ke kanan.

╕ = J
╟ = C
╫ = G

Dengan demikian, rangkaian huruf yang benar adalah JCG.

Kelihatannya sederhana, tetapi kesulitannya muncul ketika jumlah simbol semakin panjang sementara waktu pengerjaan sangat terbatas.

Oleh karena itu, ketika menghadapi soal tes potensi dasar PCPM BI tipe Digit Symbol, ketelitian menjadi sangat penting. Satu kesalahan membaca simbol dapat membuat seluruh rangkaian jawaban menjadi salah.

Contoh Soal Diagrammatical PCPM BI

Perhatikan karakteristik Set A dan Set B berikut, kemudian tentukan kelompok yang tepat untuk Figure.

Set A: setiap kotak memiliki tepat dua bangun dengan garis tepi putus-putus.

Set B: setiap kotak memiliki tepat satu bangun dengan garis tepi putus-putus.

Figure:

Figure memiliki tiga bangun. Satu bangun menggunakan garis tepi putus-putus, sedangkan dua bangun lainnya menggunakan garis tepi penuh.

Figure tersebut termasuk…

A. Set A
B. Set B
C. Bukan Keduanya
Lihat Jawaban dan Pembahasan
Jawaban: B. Set B

Set A memiliki aturan bahwa setiap kotak harus memiliki tepat dua bangun dengan garis tepi putus-putus.

Sementara itu, Set B memiliki tepat satu bangun dengan garis tepi putus-putus.

Figure pada soal hanya memiliki satu bangun bergaris putus-putus. Oleh karena itu, Figure memenuhi aturan Set B.

Contoh Pola Diagramatik

Dalam salah satu soal di PDF, aturan yang ditemukan adalah:

Set A: setiap gambar memiliki tepat dua bangun dengan garis putus-putus.

Set B: setiap gambar memiliki tepat satu bangun dengan garis putus-putus.

Jika figure baru terdiri atas tiga bangun dan hanya satubangun yang memiliki garis putus-putus, figure tersebut termasuk:

Jawaban: Set B

Contoh berikutnya menggunakan aturan yang berbeda. Pada Set A, setiap bangun di dalam lingkaran putus-putus harus memiliki pasangan bentuk seperti di luar lingkaran. Pada Set B, tidak boleh ada bangun di dalam yang memiliki pasangan sejenis di luar.

Jika figur hanya memenuhi sebagian aturan Set A tetapi juga tidak memenuhi aturan Set B, penjelasannya dapat menjadi Bukan Keduanya .

Hal ini menunjukkan bahwa soal diagrammatical tidak selalu mempunyai aturan yang sama pada setiap paket.

Baca Juga Lowongan Bank Indonesia 2026 dibuka melalui PCPM BI 41. Cek syarat, jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, dan cara daftarnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengerjakan

Saat mempelajari soal tes potensi dasar PCPM BI , peserta sebaiknya memahami karakter masing-masing subtes terlebih dahulu. Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan pendekatan yang sama untuk semua jenis soal.

Pada verbal, fokus utama berada pada informasi yang tersedia. Jangan menambahkan asumsi yang tidak disebutkan dalam stimulus.

Pada numerik, periksa pola secara menyeluruh. Sebuah operasi yang cocok pada satu baris belum tentu merupakan aturan yang benar apabila tidak berlaku pada bagian lainnya.

Digit Symbol memerlukan pendekatan yang berbeda karena persoalan utamanya bukanlah perhitungan yang rumit, melainkan kemampuan melakukan pencocokan dengan cepat dan akurat.

Sementara itu, pada diagram, amati karakter yang konsisten di seluruh contoh Set A dan Set B. Jangan menentukan aturan hanya berdasarkan satu gambar.

Dokumen kurikulum juga menggunakan skor minimal 80 dari 100 sebagai standar pembelajaran internal untuk Tahap 1 . Angka tersebut bukan passing grade resmi Bank Indonesia dan tidak berarti peserta otomatis lolos. Dokumen tersebut menegaskan bahwa skor tersebut digunakan sebagai batas kinerja internal karena proses penerimaan PCPM mempertimbangkan peringkat atau kandidat dengan nilai terbaik.

Artinya, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai target evaluasi dalam kurikulum, bukan sebagai nilai ambang resmi seleksi.

Baca juga Temukan strategi belajar terbaik untuk latihan soal TPD PCPM BI dan tingkatkan peluang lolos seleksi dengan panduan lengkap ini.

Mini FAQ

Apa saja soal Tes Potensi Dasar PCPM BI?

Berdasarkan Kurikulum PCPM BI Angkatan 41 yang menjadi referensi artikel ini, materi Tes Potensi Dasar terdiri atas Verbal, Numerical, Digit Symbol, dan Diagrammatical.

Berapa jumlah soal tes potensi dasar PCPM BI?

Dalam rancangan kurikulum tercantum Verbal 10 soal, Numerik 10 soal, Simbol Digit 36 ​​soal, dan Diagram 10 soal. Jumlah tersebut merupakan acuan kurikulum pembelajaran dan perlu dibedakan dari ketentuan resmi tes apabila Bank Indonesia memberikan petunjuk yang berbeda.

Seperti apa soal verbal PCPM BI?

Soal verbal dapat berupa stimulus yang berisi beberapa aturan atau kondisi. Peserta kemudian menentukan sebuah pernyataan termasuk Benar, Salah, atau Tidak Dapat Ditentukan berdasarkan informasi yang tersedia.

Apa yang diuji dalam soal Numerical PCPM BI?

Numerical menguji kemampuan menemukan hubungan angka, misalnya pola penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, atau kombinasi operasi dalam matriks angka.

Apa itu Digit Symbol PCPM BI?

Digit Symbol merupakan soal pencocokan simbol dengan huruf atau digit berdasarkan legenda tertentu. Peserta harus menerjemahkan rangkaian simbol secara dan akurat.

Bagaimana bentuk soal Diagrammatical PCPM BI?

Peserta biasanya harus mengidentifikasi aturan pada kelompok Set A dan Set B, kemudian menentukan apakah figure baru termasuk Set A, Set B, atau Bukan keduanya.

Kesimpulan

Berdasarkan Kurikulum PCPM BI Angkatan 41, soal tes potensi dasar PCPM BI mencakup empat materi utama, yaitu Verbal, Numerik, Simbol Digit, dan Diagrammatis. Setiap bagian memiliki karakter yang berbeda dan membutuhkan kemampuan penalaran, ketelitian, kecepatan, serta pengenalan pola.

Menguji secara verbal kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan informasi. Numerik fokus pada pola angka dan hubungan matematis. Digit Symbol menguji kecepatan mencocokkan simbol, sedangkan Diagrammatical menuntut peserta menemukan aturan tersembunyi dari sekumpulan gambar.

Contoh-contoh dalam chrome juga menampilkan bahwa memahami pola pengerjaan jauh lebih penting daripada sekadar menghafal jawaban. Namun, jumlah soal, durasi, dan bentuk subtes yang tercantum dalam kurikulum perlu dibedakan antara kebutuhan pembelajaran internal dan ketentuan resmi seleksi Bank Indonesia.

Sumber artikel utama: Kurikulum PCPM BI Angkatan 41 – Manajemen Produk PT Cerebrum Edukanesia Nusantara, Agustus 2026 , terutama bagian Materi Pembelajaran dan Contoh Soal Tahap 1 pada halaman 8 serta halaman 11–30.

Bagikan :

Promo Special Untuk Kamu:

KODE PROMO JADIPCPM 7 - 9 September 2026 (Artikel)
KODE PROMO JADIPCPM 7 - 9 September 2026 (Artikel)
previous arrow
next arrow

Artikel Terbaru Lainnya:

Cari Artikel

Cari artikel dan panduan belajar untuk menemukan berbagai informasi, tips, dan strategi seputar persiapan ujian.

Akses Bimbel JadiPCPM

Lebih Hemat 70%
Sudah menentukan paket? Gunakan kode promo LOLOSPCPM sebelum checkout untuk mendapatkan potongan tambahan pada paket pilihanmu.
KodeLOLOSPCPM
Ambil Sekarang!
Masukkan kode LOLOSPCPM di halaman checkout untuk mendapatkan potongan tambahan.