Soal Figural PCPM BI adalah salah satu bagian paling menentukan dalam Tes Potensi Dasar yang diikuti calon ASN lembaga pusat maupun peserta seleksi BUMN strategis seperti Bank Indonesia.
Di tengah kompetisi yang semakin ketat, kemampuan menguasai tipe soal ini bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi bisa menjadi penentu apakah skor kamu menembus ambang batas (passing grade) atau tertinggal dari pesaing lain.
Banyak peserta yang kuat di numerik dan verbal, namun justru gugur karena mengabaikan latihan figural. Padahal, porsi dan tingkat kesulitannya kerap meningkat seiring angkatan PCPM, terutama karena figural menguji penalaran murni, bukan hafalan.
Di PCPM BI, figural masuk dalam Tes Potensi Dasar (TPD) sebagai indikator kemampuan penalaran spasial, visual, dan kecepatan analisis pola.
Artinya, jika kamu ingin serius menembus jalur Pendidikan Calon Pegawai Muda Bank Indonesia, kamu perlu memperlakukan figural setara seriusnya dengan TPA numerik dan verbal.
Dalam konteks seleksi CASN dan BUMN yang semakin terstandarisasi dan terukur, kemampuan menyelesaikan soal figural secara sistematis akan menunjukkan bahwa kamu siap bekerja di lingkungan yang penuh data, visualisasi, dan pengambilan keputusan berbasis analisis.
Di artikel ini kita akan membedah secara teknis apa itu soal figural PCPM BI, jenis-jenisnya, pola yang sering muncul, sampai strategi pengerjaan yang bisa langsung diterapkan saat latihan.
Pendekatannya bukan sekadar “tips umum”, melainkan cara pikir terstruktur yang akan membuat kamu lebih stabil performanya, bukan hanya bergantung pada keberuntungan soal yang mudah.

Apa Itu Soal Figural PCPM BI dan Mengapa Sangat Penting?
Secara sederhana, soal figural adalah soal berbasis gambar yang menuntut kamu menganalisis pola, bentuk, posisi, dan perubahan visual. Tidak ada teks panjang, tidak ada cerita, yang diuji murni adalah kemampuan otakmu mengenali pola dan memproses informasi visual dengan cepat dan tepat.
Dalam konteks PCPM BI, figural adalah bagian dari Tes Potensi Dasar. Berdasarkan berbagai contoh resmi dan bocoran pola yang pernah dianalisis media pendidikan, soal figural ini dirancang untuk mengukur:
- Penalaran spasial
Kemampuan membayangkan posisi suatu objek dalam ruang, termasuk jika objek itu diputar, dicerminkan, atau dipindah. - Visualisasi mental
Kemampuan “melihat” perubahan pada gambar di kepala, misalnya saat bentuk dilipat, dipotong, atau disusun. - Pengenalan pola dan hubungan geometris
Kamu diminta menangkap pola perubahan, seperti rotasi 90 derajat, pergeseran, penambahan elemen, atau perubahan warna. - Kecepatan analisis dalam waktu terbatas
Di PCPM BI, waktu tes sangat ketat. Jadi bukan hanya bisa menjawab benar, tetapi juga seberapa cepat kamu mengenali pola tanpa berlama-lama.
Bank Indonesia adalah institusi yang sangat mengandalkan data, grafik, dan analisis visual, mulai dari pergerakan inflasi, kurs, sampai analisis risiko sistemik.
Itu sebabnya, kemampuan menganalisis pola secara visual tidak hanya relevan di tahap seleksi, tetapi sangat dekat dengan kebutuhan kerja sehari-hari.
Karena itu, menguasai soal figural PCPM BI bukan sekadar agar lulus tes, tapi juga sinyal bahwa kamu punya fondasi kognitif yang sejalan dengan tuntutan profesi ekonom, analis, dan pengambil kebijakan di Bank Indonesia.
Baca Juga: Tes Numerik PCPM: Cara Jitu Kuasai Soal Angka Sulit!
Jenis-Jenis Soal Figural PCPM BI dan Cara Berpikir yang Benar
Agar latihanmu efektif, kamu perlu memahami dulu landscape jenis soal figural yang biasa muncul. Dengan begitu, setiap kali melihat gambar, otakmu otomatis mengklasifikasikan: “Ini tipe apa?” dan “Pola apa yang harus dicari?” Bukan meraba-raba tanpa arah.
Secara umum, terdapat beberapa jenis utama soal figural dalam PCPM BI.
1. Mencocokkan Hubungan Gambar
Di tipe ini, polanya mirip analogi verbal, tetapi diganti dalam bentuk gambar.
Format umumnya:
Gambar 1 berhubungan dengan Gambar 2, maka Gambar 3 akan berhubungan dengan gambar mana di antara pilihan A, B, C, D, E?
Contoh pola hubungan yang sering muncul:
- Rotasi: misalnya Gambar 2 adalah rotasi 90 derajat dari Gambar 1. Maka kamu harus mencari gambar yang merupakan rotasi 90 derajat dari Gambar 3.
- Penambahan / pengurangan elemen: Gambar 2 memiliki satu garis tambahan dari Gambar 1. Maka cari gambar yang merupakan versi “ditambah satu garis” dari Gambar 3.
- Pembalikan / cermin: Gambar 2 merupakan bayangan cermin horizontal atau vertikal dari Gambar 1. Maka lakukan transformasi yang sama pada Gambar 3.
Strategi teknis mengerjakannya:
- Fokus dulu pada apa yang berubah, bukan pada seluruh gambar.
Misalnya hanya satu elemen kecil yang berpindah, itu sudah cukup untuk menemukan hubungan. - Identifikasi pola dengan langkah eksplisit:
– Apakah gambarnya berputar?
– Apakah ada bagian yang hilang atau bertambah?
– Apakah terjadi pembalikan kanan-kiri atau atas-bawah? - Terapkan pola yang sama secara konsisten pada Gambar 3.
Jangan tergoda memilih opsi hanya karena “terlihat mirip”, tapi cek apakah transformasinya identik dengan yang terjadi dari Gambar 1 ke Gambar 2.
Yang perlu diingat, tiap opsi jawaban dirancang tampak “masuk akal”. Soal dibuat agar peserta yang tidak teliti mudah terjebak. Karena itu, biasakan selalu memverifikasi pola, bukan sekadar mengira-ngira.
2. Rangkaian Gambar (Seri / Sequence)
Ini tipe yang paling klasik dan banyak dijumpai dalam latihan soal figural PCPM BI.
Format umum:
Kamu diberikan serangkaian gambar, misalnya 4 atau 5 gambar berurutan, dan diminta menentukan gambar berikutnya atau gambar yang hilang.
Pola yang sering muncul:
- Pola perulangan sederhana
Misalnya: Lingkaran, Segitiga, Lingkaran, Segitiga, …
Dari contoh di referensi, jika polanya bergantian Lingkaran dan Segitiga, maka gambar berikutnya jelas Lingkaran. - Pola rotasi bertahap
Misalnya: gambar pertama posisi normal, kedua rotasi 90 derajat, ketiga rotasi 180 derajat, dan seterusnya. - Pola penambahan / pengurangan elemen
Elemen garis, titik, atau bentuk bertambah satu demi satu; atau sebaliknya berkurang. - Pola kombinasi
Dalam beberapa seri, lebih dari satu aspek berubah sekaligus, misalnya:
– bentuk berputar,
– jumlah garis bertambah,
– serta warna berganti hitam putih setiap langkah.
Cara mendekati soal seri figural:
- Lihat secara horizontal, bukan hanya gambar per gambar.
Bandingkan gambar ke-1, ke-2, ke-3, dan seterusnya secara bersamaan untuk melihat trend. - Pecah gambar menjadi beberapa aspek:
– Bentuk utama (lingkaran, segitiga, kotak)
– Orientasi (posisi atas-bawah, rotasi)
– Jumlah elemen (berapa garis, titik, sisi)
– Warna atau pengarsiran (hitam/putih/polos) - Jika terdapat 2 atau 3 pola sekaligus, analisis satu per satu.
Pola rotasi bisa berbeda dari pola perubahan jumlah garis. Setelah semua pola dipahami, baru konstruksi gambar berikutnya di kepala, lalu cocokkan dengan pilihan jawaban.
Kunci di tipe ini adalah ketelitian dan kebiasaan mengenali pola. Semakin sering berlatih, semakin cepat otakmu mengasosiasikan pola tanpa harus “berpikir berat.”
3. Pengelompokan Gambar
Di tipe pengelompokan, kamu diminta membagi gambar menjadi kelompok yang serupa, atau mencari satu gambar yang tidak cocok dengan kelompok lainnya.
Contoh kasus:
- Dari 5 gambar, 4 di antaranya punya karakteristik tertentu (misalnya semua memiliki 12 sisi), sedangkan 1 berbeda (memiliki 13 sisi).
- Dalam contoh lain, mungkin 4 gambar memiliki pola warna tertentu (hitam di kiri, putih di kanan), sementara 1 gambar membalik pola warna itu.
Strategi teknis:
- Tentukan dulu, “apa yang sama?” di mayoritas gambar:
– Apakah sama jumlah sisinya?
– Apakah sama jumlah garis diagonalnya?
– Apakah pola warnanya konsisten?
– Apakah arah panah selalu menghadap ke sisi tertentu? - Setelah mayoritas pola ditemukan, gambar yang tidak punya pola itu adalah jawabannya.
- Jika bingung, gunakan pendekatan kuantitatif:
– Hitung jumlah sisi
– Hitung jumlah titik
– Hitung jumlah garis silang
dan bandingkan satu per satu.
Tipe ini sangat menguji kemampuanmu menemukan pola yang “disembunyikan” secara halus. Karena itu, jangan buru-buru menyerah jika sekilas semua terlihat sama. Biasanya ada 1 parameter yang berbeda dan itu yang jadi kunci jawaban.
4. Bayangan Gambar (Mirror / Refleksi)
Jenis ini menguji pemahaman refleksi cermin. Kamu diminta mencari bayangan cermin dari suatu gambar, baik secara horizontal (kiri-kanan) maupun vertikal (atas-bawah).
Contoh:
- Jika sebuah panah awalnya menghadap ke kanan, lalu dicerminkan secara horizontal, panah tersebut akan menghadap ke kiri.
- Jika refleksi vertikal, posisi atas-bawah akan tertukar, misalnya segitiga yang tadinya puncaknya di atas akan menjadi di bawah.
Langkah praktis:
- Tentukan terlebih dahulu jenis cerminnya:
– Cermin vertikal: garis cermin berdiri, efeknya kiri-kanan tertukar.
– Cermin horizontal: garis cermin tidur, efeknya atas-bawah tertukar. - Cek satu per satu elemen:
– Arah panah, posisi titik, sisi gelap-terang.
Jika di PCPM BI kamu menemui soal bayangan gambar dengan elemen kompleks, jangan coba bayangkan semuanya sekaligus. Lakukan bagian per bagian, misalnya mulai dari elemen yang paling jelas arahnya, seperti panah atau segitiga yang runcing.
5. Identifikasi Gambar yang Berbeda (Odd One Out)
Ini mirip dengan pengelompokan, tetapi fokusnya langsung pada mencari satu gambar yang paling berbeda.
Contoh:
- Empat gambar menampilkan pola sisi berjumlah genap, sedangkan satu gambar memiliki jumlah sisi ganjil.
- Empat gambar selalu memiliki bidang hitam di posisi yang sama, satu gambar memindahkan bidang hitam itu.
Teknik pengerjaan:
- Tentukan kriteria yang mungkin:
– Jumlah sisi
– Posisi elemen
– Warna / shading
– Simetri atau ketidaksimetrian - Jangan terpaku pada “rasa tidak mirip”.
Rasa itu sering menyesatkan jika tidak dikonfirmasi dengan kriteria yang konkret. - Mulai dari aspek yang paling mudah dihitung:
– Hitung sisi dulu, jika semua sama, baru cek warna, lalu orientasi.
Tipe ini sekilas tampak mudah, namun kesulitannya ada ketika perbedaan sangat halus, misalnya hanya satu garis yang tidak simetris seperti lainnya. Di sinilah fokus visual dan disiplin analisis kamu diuji.

Strategi Menaklukkan Soal Figural PCPM BI Secara Sistematis
Setelah paham jenis soalnya, langkah berikutnya adalah mengembangkan strategi pengerjaan yang cocok dengan keterbatasan waktu dan tekanan tes PCPM BI. Berikut pendekatan yang lebih teknis dan terukur.
1. Bangun Kebiasaan “Membaca Gambar” dengan Metode Bertahap
Alih-alih langsung menebak pola, latih diri dengan urutan analisis ini:
- Amati keseluruhan gambar selama 1–2 detik.
Tangkap kesan umum: banyak garis, bentuk berulang, ada rotasi atau tidak. - Pilah aspek visual:
– Bentuk dasar: lingkaran, segitiga, kotak, bintang.
– Posisi: kanan, kiri, tengah, atas, bawah.
– Perubahan antara gambar: apa yang berpindah atau berubah? - Tanyakan 3 hal:
– Apa yang bertambah?
– Apa yang berkurang?
– Apa yang berputar atau berpindah?
Latihan berkali-kali dengan pola berpikir ini akan membuatmu lebih cepat “membaca” soal figural. Di ujian sebenarnya, kamu tidak punya waktu menganalisis terlalu dalam untuk tiap soal, jadi kebiasaan berpikir sistematis sangat membantu.
2. Kuasai Pola Transformasi Umum
Berdasarkan kumpulan contoh soal figural, transformasi yang paling sering berulang antara lain:
- Rotasi 90, 180, 270 derajat
- Refleksi horizontal dan vertikal
- Pergeseran posisi satu langkah (misalnya dari kiri ke kanan, lalu kanan ke tengah, dan seterusnya)
- Penambahan satu elemen tiap langkah (satu garis, satu titik, satu sisi)
- Pengurangan elemen dengan pola teratur
Saat latihan, jangan hanya mengerjakan soal, tetapi juga identifikasi jenis transformasinya. Misalnya: “Ini rotasi 90 derajat searah jarum jam plus penambahan 1 titik.” Dengan begitu, otakmu punya “kamus” transformasi yang siap dipanggil saat tes berlangsung.
3. Gunakan Pendekatan Kuantitatif pada Soal Kompleks
Untuk soal figural yang tampak rumit dan penuh elemen, pendekatan kuantitatif sering menyelamatkan:
- Hitung jumlah sisi poligon
- Hitung jumlah garis potong
- Hitung jumlah titik hitam
- Hitung jumlah bidang yang diarsir
Contoh dalam analisis karakteristik visual: untuk membedakan gambar, kamu bisa fokus pada perbedaan jumlah sisi (misalnya 12 sisi vs. 13 sisi) atau pola warna (hitam vs. putih). Dengan menghitung, kamu mengurangi risiko tertipu oleh ilusi visual atau desain yang sengaja dibuat mirip.
4. Manajemen Waktu: Kapan Harus Skip
Dalam tes PCPM BI, waktu sangat terbatas. Bahkan jika kemampuanmu baik, kamu tetap bisa kehilangan poin berharga jika terjebak terlalu lama di satu soal figural.
Prinsip praktis:
– Jika dalam 40–45 detik kamu belum menemukan pola yang jelas, lebih baik tandai dan lanjut ke soal berikutnya.
– Prioritaskan soal dengan pola sederhana seperti perulangan bentuk dasar atau perubahan linear (bertambah 1, rotasi tetap).
– Kembali ke soal sulit di sisa waktu terakhir jika masih ada.
Pendekatan ini menjaga stabilitas skor. Banyak peserta berprestasi justru kalah karena ego “harus bisa” di satu soal, lalu mengorbankan 3–4 soal yang sebenarnya mudah.
5. Latihan Konsisten, Bukan Sekali-sekali
Figural itu sangat terkait dengan kebiasaan otak. Semakin sering kamu terpapar, semakin otomatis pengenalan polanya.
Rencana latihan yang realistis:
– 20–30 menit per hari khusus untuk figural.
– Campur jenis soal: seri, analogi, pengelompokan, bayangan, dan odd one out.
– Setelah mengerjakan, selalu review:
– Pola apa yang dipakai?
– Transformasi apa yang terjadi?
– Di mana kamu salah mengamati?
Kunci peningkatan bukan hanya jumlah soal yang kamu kerjakan, tetapi juga kualitas refleksi setelahnya.
6. Menjaga Kondisi Fisik dan Fokus Visual
Soal figural PCPM BI membutuhkan konsentrasi visual tinggi. Dalam satu sesi panjang tes, mata dan otakmu bisa lelah dan ini mengurangi ketajaman analisis.
Beberapa hal teknis yang bisa membantu:
– Saat latihan, biasakan mengerjakan figural dalam sesi 20–30 menit tanpa gangguan. Ini melatih daya tahan fokus.
– Saat tes, manfaatkan jeda singkat untuk mengistirahatkan mata: pejamkan 5–10 detik, tarik napas dalam, lalu lanjut.
– Jaga jarak pandang ke layar atau kertas tetap nyaman. Jangan terlalu dekat hingga membuat mata tegang.
Hal-hal sederhana seperti ini sering diabaikan, padahal dampaknya langsung terasa di ketepatan visual saat mengerjakan soal sulit.
7. Menyatukan Figural dengan Strategi Keseluruhan PCPM BI
Ingat, figural adalah satu komponen dari TPD, yang biasanya berdampingan dengan numerik dan verbal. Strategi belajarmu perlu terintegrasi, tidak berdiri sendiri.
Poin yang perlu kamu rencanakan:
– Porsi latihan figural: idealnya 25–35 persen dari total waktu TPD, terutama jika selama ini kamu lemah di visual.
– Simulasi ujian: lakukan minimal beberapa kali simulasi full TPD yang mencakup figural, numerik, dan verbal dalam satu sesi. Ini mensimulasikan kelelahan dan tekanan waktu yang mirip ujian sebenarnya.
– Evaluasi: setelah simulasi, lihat bagian mana yang menjadi “bocor” skor, apakah figural, numerik, atau verbal. Jika figural yang paling lemah, fokuskan perbaikan di sana.
Dengan strategi menyeluruh, kamu tidak hanya jago di figural, tetapi juga seimbang performanya di semua bagian TPD. Itu yang dicari Bank Indonesia: kandidat yang memiliki kemampuan kognitif komprehensif, bukan unggul di satu sisi dan rapuh di sisi lain.
Tanpa disadari, semua latihan pola, rotasi, dan pengelompokan gambar yang kamu lakukan hari ini adalah simulasi cara berpikir yang akan dipakai saat kamu menganalisis grafik inflasi, tren transaksi digital, atau peta risiko ekonomi di Bank Indonesia nanti.
Setiap soal figural PCPM BI yang kamu pecahkan adalah satu langkah kecil menuju standar kompetensi seorang analis muda di bank sentral.
Jika saat ini kamu merasa figural adalah “musuh besar”, ubah sudut pandangmu. Soal figural justru adalah bagian tes yang paling bisa ditaklukkan dengan latihan konsisten dan pola pikir yang tepat, karena tidak tergantung hafalan teori atau rumus yang rumit.
Kamu hanya butuh disiplin, jam terbang, dan keberanian untuk bertahan beberapa menit ekstra saat pola belum terlihat jelas.
Mulailah dari yang sederhana: kuasai pola perulangan bentuk dasar, rotasi tetap, dan pengelompokan berdasarkan jumlah sisi. Naikkan bertahap ke soal dengan kombinasi transformasi yang lebih kompleks.
Setiap kali kamu berhasil mengurai satu gambar yang awalnya tampak membingungkan, itu bukti langsung bahwa kapasitas kognitifmu berkembang.
Seleksi PCPM BI memang ketat, tapi ia juga sangat terstruktur. Itu artinya, dengan strategi belajar yang taktis dan disiplin eksekusi, peluangmu jauh lebih besar daripada yang kamu kira.
Terus latih mata, latih otak, dan latih kepercayaan diri. Jadikan soal figural bukan lagi momok, tetapi zona nilai bonus yang membedakanmu dari ribuan pesaing lain yang tidak mempersiapkan diri sebaik kamu.
Sumber Referensi
- TIRTO.ID – Soal Tes Potensi Dasar PCPM BI Angkatan 39 & Jawabannya
- JADIPCPM.ID – Contoh Soal TKD PCPM BI
- SCRIBD.COM – Soal Figural 1
- YOUTUBE.COM – Trik dan Tips Soal Figural Tes Potensi Dasar
- BROFESIONAL.ID – Bocoran PCPM BI 40
Program Premium PCPM 2025
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiPCPM: Temukan aplikasi JadiPCPM di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPCPM Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPCPM” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES152889”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiPCPM karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal PCPM 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal PCPM 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi PCPM 2025
- Ratusan Latsol PCPM 2025
- Puluhan paket Simulasi PCPM 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya
Mau berlatih Soal-soal PCPM 2025? Ayoo segera Masuk Grup Latihan Soal-soal PCPM 2025 Sekarang juga!!
>


