Posisi Kerja di Bank Apa Saja? Ini Daftar Tugas, Skill, dan Relevansinya untuk Pelamar PCPM BI

posisi kerja di bank apa saja

Banyak pelamar kerja di sektor keuangan, termasuk calon peserta PCPM BI, masih bertanya posisi kerja di bank apa saja dan apa perbedaan tugas di setiap bidang. Pertanyaan ini penting karena dunia perbankan tidak hanya berisi teller atau customer service. Ada banyak posisi lain yang berhubungan dengan analisis ekonomi, risiko, kredit, digital banking, sistem pembayaran, kepatuhan, operasional, hingga pengelolaan uang.

Memahami berbagai posisi di bank dapat membantumu melihat gambaran industri keuangan dengan lebih luas. Apalagi bagi pelamar PCPM Bank Indonesia, pemahaman tentang perbankan dan fungsi bank sentral bisa menjadi bekal awal untuk mengenali peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia menjelaskan bahwa BI memiliki tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan.

Daftar Isi

Mengenal Dunia Kerja di Bank

Sebelum membahas posisi kerja di bank apa saja, penting untuk memahami fungsi bank secara umum. Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan bahwa bank umum dapat menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, menyalurkan dana dalam bentuk kredit atau pembiayaan, serta melakukan aktivitas di bidang sistem pembayaran.

Dari fungsi tersebut, lahirlah berbagai posisi kerja. Ada karyawan yang melayani nasabah langsung, ada yang menganalisis kredit, mengelola risiko, menjaga kepatuhan regulasi, mengembangkan layanan digital, mengelola transaksi, hingga menyusun strategi bisnis.

Namun, untuk pelamar PCPM BI, perlu dibedakan antara bank umum dan Bank Indonesia. Bank umum seperti BCA, Mandiri, BRI, atau bank lainnya menjalankan layanan perbankan kepada masyarakat dan nasabah. Sementara itu, Bank Indonesia adalah bank sentral yang berfokus pada kebijakan moneter, sistem pembayaran, pengelolaan uang rupiah, dan stabilitas sistem keuangan.

Baca juga: Cara Efektif Memahami Jenis Lembaga Keuangan untuk Tes PCPM BI

posisi kerja di bank apa saja
Sumber gambar: bloombergtechnoz.com

Posisi Kerja di Bank Apa Saja?

Jika kamu bertanya posisi kerja di bank apa saja, berikut beberapa posisi umum yang sering ditemukan di industri perbankan.

1. Teller

Teller adalah posisi frontliner yang melayani transaksi nasabah secara langsung. Tugasnya bisa mencakup setoran tunai, penarikan, transfer, pembayaran, validasi transaksi, dan pengelolaan kas harian.

Posisi ini membutuhkan ketelitian tinggi karena berhubungan langsung dengan uang dan data transaksi. Skill yang dibutuhkan antara lain berhitung cepat, rapi, komunikatif, dan mampu bekerja sesuai prosedur.

2. Customer Service

Customer service bertugas membantu nasabah terkait produk dan layanan bank. Misalnya pembukaan rekening, penggantian kartu, perubahan data, penjelasan produk, hingga penanganan keluhan awal.

Pada posisi ini, kemampuan komunikasi menjadi sangat penting. Customer service harus bisa menjelaskan informasi dengan jelas, sabar menghadapi nasabah, dan memahami prosedur layanan perbankan.

3. Relationship Officer atau Relationship Manager

Relationship officer bertugas membangun hubungan dengan nasabah, menawarkan produk bank, memahami kebutuhan nasabah, dan membantu pencapaian target bisnis. Pada laman karier BCA, Relationship Officer Program termasuk jalur fresh graduate yang berkaitan dengan business relation dan pengembangan relasi nasabah.

Posisi ini cocok untuk kandidat yang percaya diri, suka bertemu orang, mampu bernegosiasi, dan nyaman bekerja dengan target.

4. Credit Analyst

Credit analyst bertugas menganalisis kelayakan pengajuan kredit. Pekerjaan ini mencakup pemeriksaan dokumen, analisis kemampuan bayar, penilaian risiko, dan rekomendasi keputusan kredit.

Posisi ini membutuhkan kemampuan analitis, pemahaman laporan keuangan, ketelitian, dan objektivitas. Untuk pelamar yang kuat di data dan analisis bisnis, posisi ini bisa menjadi pilihan menarik.

5. Back Office dan Operations

Back office mendukung proses operasional bank dari belakang layar. Tugasnya bisa mencakup validasi dokumen, rekonsiliasi transaksi, administrasi kredit, settlement, pelaporan, dan pemrosesan data.

Bank Mandiri melalui Mandiri University mencantumkan area pengembangan kompetensi seperti banking operations, credit operations, cash and trade operations, electronic channel operations, retail credit center, dan customer care.

6. Risk Management

Risk management bertugas mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko. Dalam perbankan, risiko bisa muncul dari kredit, pasar, operasional, likuiditas, kepatuhan, hingga teknologi.

Bank Mandiri juga mencantumkan Risk Academy yang berfokus pada pengembangan kompetensi di bidang risk management, audit and control function, compliance, dan legal.

7. Compliance dan Legal

Compliance memastikan aktivitas bank sesuai regulasi. Legal menangani aspek hukum, perjanjian, kontrak, sengketa, dan kepatuhan dokumen. Posisi ini penting karena industri perbankan sangat diatur oleh regulasi dan pengawasan.

Bagi pelamar berlatar belakang hukum, ekonomi, akuntansi, atau manajemen risiko, bidang compliance dan legal bisa menjadi jalur karier yang relevan.

8. Digital Banking, IT, dan Data

Ketika membahas posisi kerja di bank apa saja, bidang digital tidak boleh dilewatkan. Bank saat ini membutuhkan talenta untuk mobile banking, cybersecurity, data analytics, digital product, cloud, jaringan, IT infrastructure, dan sistem pembayaran.

Bank Mandiri mencantumkan Digital Banking and Information Technology Academy yang mengembangkan kompetensi pegawai di area digital banking, IT application, IT infrastructure, IT strategy and architecture, serta data analytic.

9. Wealth Management dan Investment

Wealth management berhubungan dengan layanan keuangan untuk nasabah prioritas, seperti investasi, perencanaan keuangan, reksa dana, obligasi, dan produk keuangan lainnya. Pada laman karier BCA, Wealth Management Program menjadi salah satu program trainee untuk fresh graduate.

Posisi ini membutuhkan pemahaman produk investasi, komunikasi yang baik, integritas, dan kemampuan membangun kepercayaan.

10. Management Trainee atau Officer Development Program

Banyak bank memiliki jalur management trainee atau officer development program untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan. Program ini biasanya berisi pelatihan intensif, rotasi kerja, pembelajaran bisnis bank, dan pengembangan kepemimpinan.

Bank Mandiri menyebut ODP Risk Management mempersiapkan peserta untuk peran kepemimpinan di berbagai fungsi dan level, dengan pelatihan in-class serta on-the-job training.

Posisi yang Relevan dengan Pelamar PCPM BI

Bagi calon peserta PCPM BI, memahami posisi kerja di bank apa saja dapat membantu membangun wawasan awal. Namun, PCPM BI tidak sama dengan rekrutmen bank umum.

Pada laman karier Bank Indonesia, PCPM dijelaskan sebagai jalur rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan pegawai pada segmen jabatan Officer dengan pangkat Asisten Manajer yang akan dikembangkan sebagai kader pimpinan Bank Indonesia atau management trainee.

Karena BI adalah bank sentral, area kerja yang relevan lebih dekat dengan fungsi kebanksentralan, seperti:

  • kebijakan moneter;
  • stabilitas sistem keuangan;
  • sistem pembayaran;
  • pengelolaan uang rupiah;
  • ekonomi dan keuangan syariah;
  • data dan statistik;
  • riset ekonomi;
  • hukum dan regulasi;
  • komunikasi kebijakan;
  • teknologi informasi dan transformasi digital;
  • audit, risiko, dan tata kelola internal.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa kebijakan moneter bertujuan mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, BI juga mengelola sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah, termasuk sistem pembayaran nilai besar, sistem pembayaran ritel, perizinan, standardisasi kompetensi, dan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia.

Jadi, untuk pelamar PCPM BI, memahami posisi di bank umum tetap berguna, tetapi kamu juga perlu memperluas wawasan ke peran bank sentral.

Skill yang Dibutuhkan untuk Kerja di Bank

Setelah memahami posisi kerja di bank apa saja, kamu perlu tahu skill yang sering dibutuhkan.

Pertama, kemampuan analisis. Skill ini penting untuk credit analyst, risk management, data, audit, dan posisi kebijakan. Kedua, komunikasi. Posisi frontliner, relationship officer, customer service, dan komunikasi kebijakan membutuhkan kemampuan menjelaskan informasi dengan jelas.

Ketiga, ketelitian. Industri keuangan berkaitan dengan data, uang, transaksi, dan regulasi. Kesalahan kecil bisa berdampak besar. Keempat, integritas. Bank mengelola kepercayaan publik, sehingga etika kerja dan tanggung jawab sangat penting.

Kelima, literasi digital. Perbankan semakin mengandalkan teknologi, data, dan sistem pembayaran digital. Kandidat yang memahami teknologi, data, dan keamanan informasi akan memiliki nilai tambah.

Baca juga: Cara Efektif Memahami rLContoh Lembaga Keuangan Non Bank untuk PCPM BI

posisi kerja di bank apa saja
Sumber gambar: soksinews.com

Tips Memilih Posisi Kerja di Bank

Pertama, kenali kekuatan diri. Jika kamu suka melayani orang, posisi frontliner atau relationship officer bisa cocok. Jika kamu suka angka dan analisis, pertimbangkan credit analyst, risk, audit, atau data.

Kedua, pahami perbedaan bank umum dan bank sentral. Untuk pelamar PCPM BI, jangan hanya belajar produk bank umum seperti tabungan atau kredit, tetapi juga pelajari moneter, inflasi, nilai tukar, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, dan pengelolaan rupiah.

Ketiga, baca laman resmi rekrutmen. Hindari informasi lowongan yang tidak jelas. Bank Indonesia menyebut rekrutmen PCPM diumumkan melalui metode open recruitment dan pengumuman PCPM dilakukan pada semester 2 setiap tahunnya.

Keempat, siapkan kemampuan tes. Seleksi di sektor keuangan biasanya menilai kemampuan analitis, logika, numerik, verbal, wawasan ekonomi, dan kepribadian. Untuk PCPM BI, pemahaman kebanksentralan juga perlu diperkuat.

Memahami posisi kerja di bank apa saja bisa menjadi langkah awal untuk mengenali dunia keuangan secara lebih luas. Namun, jika targetmu adalah PCPM BI, kamu perlu menyiapkan lebih dari sekadar pengetahuan posisi. Kamu juga perlu memahami peran Bank Indonesia, isu ekonomi terkini, sistem pembayaran, kebijakan moneter, serta pola seleksi yang biasa menguji kemampuan berpikir analitis.

Agar persiapan lebih terarah, kamu bisa belajar bersama jadipcpm.id sebagai teman persiapan PCPM BI. Dengan latihan yang konsisten, kamu dapat memperkuat pemahaman materi, membangun strategi belajar, dan menghadapi proses seleksi dengan lebih percaya diri.

Kesimpulan

Jadi, posisi kerja di bank apa saja? Secara umum, posisi di bank mencakup teller, customer service, relationship officer, credit analyst, back office, operations, risk management, compliance, legal, digital banking, IT, data, wealth management, dan management trainee.

Bagi pelamar PCPM BI, pemahaman tentang posisi di bank umum tetap berguna sebagai dasar mengenal industri keuangan. Namun, kamu juga perlu memahami bahwa Bank Indonesia memiliki peran berbeda sebagai bank sentral. Fokus persiapan sebaiknya diarahkan pada kebijakan moneter, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, pengelolaan rupiah, analisis ekonomi, dan wawasan kebanksentralan.

Dengan memahami posisi, tugas, dan skill yang dibutuhkan, kamu bisa menyiapkan diri lebih matang untuk memasuki dunia keuangan maupun mengikuti seleksi PCPM BI.

FAQ

Posisi kerja di bank apa saja yang cocok untuk fresh graduate?

Fresh graduate biasanya bisa melamar posisi teller, customer service, relationship officer, credit analyst program, legal officer program, IT engineer, management trainee, atau officer development program sesuai kualifikasi.

Apakah kerja di bank harus lulusan ekonomi?

Tidak selalu. Banyak posisi menerima lulusan dari berbagai jurusan, terutama untuk bidang IT, legal, data, komunikasi, risk, dan management trainee. Namun, syarat jurusan tetap mengikuti kebutuhan masing-masing rekrutmen.

Apa bedanya kerja di bank umum dan Bank Indonesia?

Bank umum melayani nasabah, menghimpun dana, menyalurkan kredit, dan menyediakan layanan transaksi. Bank Indonesia adalah bank sentral yang berfokus pada stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.

Apakah PCPM BI sama dengan management trainee bank umum?

Secara konsep sama-sama jalur pengembangan calon pemimpin, tetapi PCPM BI berada di Bank Indonesia sebagai bank sentral. Tugas dan konteksnya lebih dekat dengan kebanksentralan, kebijakan, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan.

Skill apa yang penting untuk pelamar PCPM BI?

Skill penting untuk pelamar PCPM BI antara lain analisis ekonomi, logika, numerik, komunikasi, bahasa Inggris, pemahaman isu keuangan, wawasan kebanksentralan, integritas, dan kemampuan bekerja kolaboratif.

Referensi

  1. Bank Indonesia — Karier Bank Indonesia dan Jalur PCPM.
  2. Bank Indonesia — Tentang BI dan Fungsi Bank Sentral.
  3. Bank Indonesia — Fungsi Utama Bank Indonesia.
  4. Bank Indonesia — Moneter.
  5. Bank Indonesia — Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah.
  6. Otoritas Jasa Keuangan — Bank Umum dan Kegiatan Usaha Bank Umum.
  7. BCA Karir — Daftar Program dan Posisi Karier BCA.
  8. Bank Mandiri — Mandiri University dan Pengembangan Kompetensi Pegawai.
  9. Bank Mandiri — Officer Development Program Risk Management.

Bagikan :

Promo Special Untuk Kamu:

KODE PROMO JADIPCPM
KODE VOUCHER JADIPCPM - ARTIKEL - PROMO PAYDAYSALE
previous arrow
next arrow

Artikel Terbaru Lainnya:

Cari Artikel

Cari artikel dan panduan belajar untuk menemukan berbagai informasi, tips, dan strategi seputar persiapan ujian.

Akses Bimbel JadiPCPM