Soal Tes Potensi Dasar PCPM BI 2026: Materi, Contoh Soal, dan Pembahasan

soal tes potensi dasar pcpm bi

Soal tes potensi dasar PCPM BI menjadi salah satu bagian penting yang perlu dipersiapkan calon peserta seleksi Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer Bank Indonesia. Tahap ini membutuhkan kemampuan memahami informasi, menemukan hubungan angka, mencocokkan simbol, serta membaca pola visual secara cepat dan tepat.

Berdasarkan kurikulum persiapan PCPM BI Angkatan 41, materi Seleksi Potensi Dasar terbagi menjadi Verbal, Numerical, Digit Symbol, dan Diagrammatical. Setiap subtes memiliki pola berbeda sehingga peserta perlu mengenali karakter soal sebelum mulai melakukan simulasi dengan batas waktu.

Mempelajari soal tes potensi dasar PCPM BI sejak awal dapat membantu peserta mengetahui bagian yang masih perlu ditingkatkan. Latihan tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan jawaban benar, tetapi juga membangun kecepatan, ketelitian, dan kemampuan menentukan pola secara konsisten.

Mengenal Seleksi Potensi Dasar PCPM BI

Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer atau PCPM merupakan jalur penerimaan pegawai Bank Indonesia yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pegawai pada segmen officer sekaligus mendukung pengembangan calon kader pimpinan.

Seleksinya berlangsung secara bertahap. Berdasarkan struktur kurikulum PCPM BI Angkatan 41, tahap awal berupa Seleksi Potensi Dasar secara online. Peserta yang berhasil melewati tahap tersebut kemudian menghadapi Seleksi Pengetahuan Teknis, Seleksi Psikologi, Seleksi Kesehatan dan Psikiatri, Wawancara Pra Tahap Akhir, hingga tahapan akhir seleksi.

Karena Seleksi Potensi Dasar berada di bagian awal proses, peserta perlu mendapatkan hasil kompetitif agar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Persiapan sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan menghafal rumus, tetapi dengan membiasakan diri mengerjakan berbagai variasi pola soal dalam batas waktu tertentu.

Materi Tes Potensi Dasar PCPM BI Angkatan 41

Kurikulum persiapan PCPM BI Angkatan 41 membagi Seleksi Potensi Dasar menjadi empat subtes.

Verbal

Materi Verbal dalam referensi kurikulum lebih menekankan kemampuan memahami informasi dan menarik kesimpulan logis.Peserta dapat diberikan sejumlah fakta mengenai orang, jadwal, pilihan, urutan, atau hubungan tertentu. Selanjutnya peserta diminta menentukan apakah sebuah pernyataan benar, salah, atau tidak dapat ditentukan berdasarkan informasi yang tersedia.

Kemampuan penting pada bagian ini adalah:

  • membaca seluruh aturan dengan teliti;
  • membedakan fakta langsung dan kesimpulan;
  • melakukan eliminasi kemungkinan;
  • membuat urutan atau tabel sederhana;
  • tidak menggunakan asumsi yang tidak diberikan soal.

Numerical

Numerical menguji kemampuan menemukan hubungan antarangka. Berdasarkan contoh pada kurikulum, bentuk yang digunakan antara lain matriks angka 3 × 3 dan 4 × 4.Pola tidak selalu berupa penjumlahan sederhana. Hubungan angka dapat menggunakan perkalian, pembagian, penambahan, pengurangan, atau kombinasi beberapa operasi.Artinya, peserta sebaiknya tidak langsung terpaku pada satu operasi. Periksa terlebih dahulu apakah pola bekerja dari kiri ke kanan, atas ke bawah, atau menggunakan aturan yang sama pada setiap baris.

Digit Symbol

Digit Symbol menguji kecepatan sekaligus ketelitian dalam mencocokkan simbol dengan kode tertentu.Peserta diberikan legenda yang menghubungkan beberapa huruf atau angka dengan simbol. Setelah itu muncul rangkaian simbol yang harus diterjemahkan sesuai legenda tersebut.Tantangan utama bagian ini bukan perhitungan yang rumit, tetapi kemampuan menjaga konsentrasi ketika jumlah simbol yang harus dicocokkan semakin banyak.

Diagrammatical

Diagrammatical menguji penalaran menggunakan pola visual.Peserta biasanya diperlihatkan beberapa gambar yang masuk ke dalam Set A dan Set B. Tugas peserta adalah menemukan aturan yang membedakan kedua kelompok tersebut, lalu menentukan sebuah gambar baru termasuk Set A, Set B, atau bukan keduanya.Aturannya dapat berkaitan dengan jumlah objek, jenis garis, posisi bangun, pasangan bentuk, ataupun hubungan antara objek di dalam dan di luar area tertentu.

Contoh Soal Verbal PCPM BI

Berikut contoh latihan yang dibuat mengikuti pola penalaran verbal dalam referensi kurikulum PCPM BI.

Empat peserta, yaitu Andi, Bella, Candra, dan Dimas, mengikuti sesi wawancara pada waktu yang berbeda, yaitu pukul 08.00, 09.00, 10.00, dan 11.00.

Ketentuan:

  • Bella mendapat jadwal pukul 09.00.
  • Candra mendapat jadwal pukul 11.00.
  • Andi tidak mendapat jadwal pukul 08.00 maupun 11.00.

Pernyataan:
Dimas mendapat jadwal pukul 08.00.

  1. Benar
  2. Salah
  3. Tidak dapat ditentukan

Jawaban: A. Benar

Pembahasan:

Bella sudah menempati pukul 09.00 dan Candra berada pada pukul 11.00. Sementara itu, Andi tidak dapat berada pada pukul 08.00 maupun 11.00.

Karena pukul 09.00 juga sudah terisi, Andi harus mendapat jadwal pukul 10.00. Dengan demikian, satu-satunya waktu yang tersisa untuk Dimas adalah pukul 08.00. Jadi, pernyataan tersebut benar.

Contoh Soal Numerical PCPM BI

Salah satu bentuk yang muncul dalam referensi kurikulum adalah matriks angka. Peserta perlu menemukan hubungan konsisten di setiap baris atau kolom.

Perhatikan matriks angka berikut. Tentukan bilangan yang tepat untuk menggantikan tanda tanya (?).

24 74 224
? 65 197
31 95 287

Jawaban: 21

Pembahasan:

Pola pada setiap baris adalah: angka sebelumnya × 3 + 2.

Baris pertama:
24 × 3 + 2 = 74
74 × 3 + 2 = 224

Baris ketiga:
31 × 3 + 2 = 95
95 × 3 + 2 = 287

Maka:
? × 3 + 2 = 65
? × 3 = 63
? = 21

Contoh Soal Digit Symbol PCPM BI

Bagian Digit Symbol menuntut ketelitian tinggi. Gunakan legenda berikut.

Perhatikan legenda berikut, kemudian cocokkan setiap simbol dengan huruf yang sesuai.

Huruf A B C D E F
Simbol

Terjemahkan rangkaian berikut:

○ ◆ ▲ ● ■

  1. FDACB
  2. FDAEB
  3. FDECB
  4. EFACB
  5. FDADE

Jawaban: A. FDACB

Pembahasan:

  • ○ = F
  • ◆ = D
  • ▲ = A
  • ● = C
  • ■ = B

Jika dibaca dari kiri ke kanan, rangkaian simbol tersebut menjadi FDACB.

Contoh Soal Diagrammatical PCPM BI

Pada referensi kurikulum, salah satu pola Diagrammatical menggunakan perbedaan jumlah bangun dengan garis putus-putus.

Contoh Soal Diagrammatical PCPM BI

Perhatikan aturan pengelompokan berikut.

  • Set A: memiliki tepat dua bangun dengan garis putus-putus.
  • Set B: memiliki tepat satu bangun dengan garis putus-putus.

Figure terdiri atas:

  • Satu segitiga dengan garis penuh.
  • Satu lingkaran dengan garis putus-putus.
  • Satu persegi dengan garis penuh.

Figure tersebut termasuk kelompok mana?

  1. Set A
  2. Set B
  3. Bukan keduanya

Jawaban: B. Set B

Pembahasan:

Figure memiliki tiga bangun. Hanya lingkaran yang menggunakan garis putus-putus, sedangkan segitiga dan persegi menggunakan garis penuh.

Karena hanya terdapat satu bangun bergaris putus-putus, figure memenuhi aturan Set B. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Set B.

Apa yang Diuji Setelah Seleksi Potensi Dasar?

Seleksi PCPM tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan tes potensi dasar.Dalam kurikulum PCPM BI Angkatan 41, tahapan berikutnya mencakup Seleksi Pengetahuan Teknis dengan tiga kelompok utama.

Pengetahuan Umum

Ruang lingkup yang dicantumkan meliputi:

  • wawasan kebangsaan dan ketatanegaraan;
  • sejarah, geografi, dan kebudayaan;
  • pemerintahan dan kebijakan publik;
  • ekonomi;
  • keuangan dan perbankan;
  • Bank Indonesia;
  • pengetahuan internasional;
  • isu aktual dan perkembangan kontemporer.

Materinya cukup luas sehingga peserta perlu mengombinasikan pemahaman konsep dengan kebiasaan mengikuti perkembangan ekonomi dan kebijakan.

Kebanksentralan

Materi Kebanksentralan lebih dekat dengan fungsi dan kewenangan Bank Indonesia.

Topik pembelajaran antara lain:

  • kelembagaan dan regulasi Bank Indonesia;
  • kebijakan moneter;
  • kebijakan makroprudensial dan stabilitas sistem keuangan;
  • sistem pembayaran;
  • pengelolaan uang rupiah.

Bagian ini perlu dipahami secara konseptual. Peserta sebaiknya mengetahui hubungan antara kebijakan Bank Indonesia dengan inflasi, stabilitas nilai rupiah, sistem keuangan, dan aktivitas perekonomian.

Bahasa Inggris

Materi Bahasa Inggris dalam kurikulum dibagi menjadi:

  1. Structure;
  2. Written Expression;
  3. Reading Comprehension.

Contohnya dapat berupa pemilihan relative pronoun, penggunaan preposisi, identifikasi struktur gramatikal yang salah, hingga menentukan main idea dan tujuan penulis dalam sebuah bacaan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan pertama adalah berasumsi bahwa Tes Potensi Dasar PCPM BI sama dengan seleksi BUMN.Materi seperti Core Values AKHLAK bukan bagian yang dicantumkan sebagai komponen Seleksi Potensi Dasar dalam kurikulum PCPM BI Angkatan 41 yang menjadi acuan artikel ini.Kesalahan kedua adalah terlalu fokus pada hafalan.Subtes Verbal dan Diagrammatical membutuhkan kemampuan menemukan aturan. Numerical juga dapat menggunakan pola berbeda sehingga satu rumus tidak dapat diterapkan pada seluruh soal.

Kesalahan ketiga adalah mengabaikan batas waktu.Peserta yang mampu menemukan jawaban tetapi membutuhkan waktu terlalu panjang masih dapat mengalami kesulitan menyelesaikan seluruh paket.Karena itu, latihan harus membangun tiga kemampuan sekaligus: ketepatan, kecepatan, dan konsistensi.

Mini FAQ

Apa saja materi soal tes potensi dasar PCPM BI?

Materi Seleksi Potensi Dasar PCPM BI mencakup Verbal, Numerical, Digit Symbol, dan Diagrammatical.

Bagaimana bentuk soal Verbal PCPM BI?

Soal Verbal menguji kemampuan memahami informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan sejumlah ketentuan yang diberikan.

Apa yang diuji dalam Numerical PCPM BI?

Numerical menguji kemampuan menemukan hubungan antarangka, termasuk pola penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, maupun kombinasi operasi.

Bagaimana bentuk Digit Symbol PCPM BI?

Peserta diberikan legenda yang menghubungkan simbol dengan kode tertentu, kemudian harus menerjemahkan rangkaian simbol sesuai pasangan yang tersedia.

Apa yang dimaksud Diagrammatical PCPM BI?

Diagrammatical menguji kemampuan menemukan pola visual dan menentukan apakah sebuah figure termasuk Set A, Set B, atau bukan keduanya.

Ringkasan

Memahami dengan baik soal tes potensi dasar PCPM BI merupakan fondasi utama dalam persiapan menghadapi seleksi yang kompetitif. Selain mengenal struktur tahapan seleksi dan materi ujian, peserta harus menerapkan strategi belajar yang sistematis, mulai dari pemetaan kelemahan hingga simulasi soal secara konsisten. Kemampuan manajemen waktu dan mental saat tes juga menjadi faktor pembeda.

Terus tingkatkan kemampuan dan pelajari perkembangan materi serta pola soal terbaru agar kesiapan Anda semakin matang. Semangat berlatih dan eksplorasi sumber belajar berkualitas akan membantu mewujudkan impian lolos PCPM Bank Indonesia.

Bagikan :

Promo Special Untuk Kamu:

KODE PROMO JADIPCPM
KODE VOUCHER JADIPCPM - ARTIKEL - PROMO PAYDAYSALE
previous arrow
next arrow

Artikel Terbaru Lainnya:

Cari Artikel

Cari artikel dan panduan belajar untuk menemukan berbagai informasi, tips, dan strategi seputar persiapan ujian.

Akses Bimbel JadiPCPM