Soal TPD PCPM BI menjadi salah satu materi yang perlu dipersiapkan peserta setelah melewati Seleksi Administrasi PCPM Bank Indonesia Angkatan 41. Dalam struktur resmi yang dipublikasikan Bank Indonesia, tahap setelah administrasi disebut Seleksi Potensi Dasar, kemudian peserta yang lolos akan menghadapi Seleksi Pengetahuan Teknis yang mencakup Pengetahuan Umum, Kebanksentralan, dan Bahasa Inggris. Setiap tahapan menerapkan sistem gugur.
Bank Indonesia membuka pendaftaran PCPM Angkatan 41 pada 9–14 Agustus 2026. PCPM sendiri merupakan jalur penerimaan pegawai yang dipersiapkan untuk menjadi calon pimpinan Bank Indonesia, dengan dua metode penerimaan pada Angkatan 41, yaitu Open Recruitment dan Targeted Recruitment.
Untuk materi latihan, artikel ini menggunakan pola dari dokumen Kurikulum PCPM BI Angkatan 41 yang dilampirkan. Dokumen tersebut mengembangkan latihan Potensi Dasar dalam empat kelompok, yaitu verbal, numerical, digit symbol, dan diagrammatical. Namun, perlu dibedakan bahwa pembagian subtes, jumlah soal, dan durasi di dalam dokumen merupakan kurikulum pembelajaran/riset internal, bukan rincian resmi Seleksi Potensi Dasar PCPM 41 yang diumumkan Bank Indonesia. Dokumen itu sendiri juga menegaskan pentingnya membedakan fakta resmi dengan proyeksi atau riset internal.
Catatan: contoh soal di bawah merupakan latihan yang disusun berdasarkan pola dalam file terlampir. Soal ini bukan soal asli, bocoran, maupun kisi-kisi resmi Bank Indonesia.
Daftar Isi
- 1. Mengenal TPD PCPM BI Angkatan 41
-
2. Pola Soal TPD PCPM BI untuk Latihan
- 3. Contoh Soal TPD PCPM BI dan Pembahasan
- 4. Cara Menghadapi Soal Verbal
- 5. Strategi Mengerjakan Numerical
- 6. Teknik Menghadapi Digit Symbol
- 7. Cara Membaca Pola Diagrammatical
- 8. Strategi Persiapan Seleksi Potensi Dasar
- Mini FAQ
- Ringkasan
Mengenal TPD PCPM BI Angkatan 41

Dalam informasi resmi PCPM Angkatan 41, Bank Indonesia menggunakan istilah Seleksi Potensi Dasar, bukan menjabarkannya secara publik sebagai Tes Potensi Dasar dengan jumlah subtes tertentu. Tahapan ini berada setelah Seleksi Administrasi dan sebelum Seleksi Pengetahuan Teknis.
Artinya, peserta perlu berhati-hati ketika menemukan informasi seperti jumlah soal, durasi, atau pembagian subtes yang beredar di internet. Selama belum tercantum dalam pengumuman resmi BI, informasi tersebut sebaiknya digunakan sebagai bahan persiapan, bukan dianggap sebagai kepastian format ujian.
Dokumen kurikulum yang dilampirkan menggunakan empat kelompok latihan untuk Tahap 1, yaitu Verbal, Numerical, Digit Symbol, dan Diagrammatical. Pada tabel pembelajarannya tercantum 10 soal verbal, 10 numerical, 36 digit symbol, dan 10 diagrammatical beserta alokasi waktu internal. Angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai rancangan latihan dalam kurikulum, bukan format resmi PCPM 41.
Baca juga: Strategi Efektif Hadapi Seleksi PCPM BI
Pola Soal TPD PCPM BI untuk Latihan
Dalam materi latihan TPD PCPM BI, soal dibagi ke dalam beberapa jenis kemampuan yang memiliki karakter berbeda. Berdasarkan dokumen latihan yang digunakan, terdapat empat pola utama, yaitu Verbal, Numerical, Digit Symbol, dan Diagrammatical. Keempat pola tersebut digunakan untuk melatih ketelitian, kemampuan memahami informasi, membaca hubungan, menemukan pola, serta mengambil keputusan dengan cepat.
Pada bagian Verbal, soal tidak hanya berkaitan dengan kosakata. Peserta biasanya diberikan sejumlah nama, objek, jadwal, atau kondisi yang disertai beberapa aturan. Dari informasi tersebut, peserta perlu menentukan apakah suatu pernyataan termasuk Benar, Salah, atau Tidak Dapat Ditentukan. Kunci pengerjaannya adalah menggunakan informasi yang tersedia tanpa menambahkan asumsi sendiri. Jika masih terdapat lebih dari satu kemungkinan yang sama-sama sesuai dengan seluruh aturan, peserta tidak sebaiknya memaksakan kesimpulan.
Sementara itu, bagian Numerical menggunakan pola angka yang disusun dalam bentuk matriks seperti 3×3 maupun 4×4. Peserta harus mencari hubungan antarbilangan untuk menentukan angka yang tepat pada bagian yang kosong. Dalam latihan, operasi yang muncul dapat berupa perkalian yang dilanjutkan penambahan, pembagian kemudian penambahan, selisih tetap, maupun kombinasi beberapa operasi. Karena itu, pola tidak cukup dilihat dari kiri ke kanan saja. Peserta juga perlu memeriksa hubungan vertikal, antarbaris, atau antar kolom dan menguji pola tersebut pada bagian yang sudah lengkap terlebih dahulu.
Pada bagian Digit Symbol, fokus utama berada pada ketelitian dan kecepatan membaca simbol. Peserta diberikan legenda yang memasangkan setiap huruf dengan simbol tertentu, lalu diminta menerjemahkan rangkaian simbol menjadi susunan huruf yang sesuai. Semakin panjang rangkaian yang diberikan, semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan. Cara yang lebih aman adalah mencocokkan simbol satu per satu dari kiri ke kanan dan tidak mencoba mengingat seluruh rangkaian sekaligus.
Adapun bagian Diagrammatical menggunakan beberapa gambar yang dikelompokkan ke dalam Set A dan Set B. Peserta perlu menemukan aturan yang membedakan kedua kelompok tersebut, kemudian menentukan apakah gambar baru termasuk Set A, Set B, atau bukan keduanya. Polanya dapat berkaitan dengan jumlah bentuk, jenis garis, posisi objek, susunan gambar, maupun hubungan antara bentuk yang berada di dalam dan di luar suatu area. Agar tidak keliru, seluruh contoh pada kedua set sebaiknya dibandingkan terlebih dahulu sampai ditemukan aturan yang konsisten, baru kemudian aturan tersebut digunakan untuk menilai gambar yang ditanyakan.
Contoh Soal TPD PCPM BI dan Pembahasan
Berikut contoh latihan yang dikembangkan dengan mengikuti karakter soal pada file terlampir.
Contoh Soal Verbal 1

Jawaban: A. Benar
Pembahasan:
Langkah penyelesaiannya dapat dilihat dari informasi yang sudah diberikan:
- Hana sudah pasti memesan Teh, sedangkan Ivan memesan Jus.
- Gani tidak boleh memilih Kopi maupun Jus. Karena Teh sudah menjadi milik Hana dan Jus sudah dipilih Ivan, satu-satunya pilihan yang tersisa untuk Gani adalah Susu.
- Setelah Susu, Teh, dan Jus sudah terisi, minuman yang tersisa hanya Kopi. Dengan demikian, Kopi menjadi pesanan Joko.
Hasil akhirnya adalah Gani = Susu, Hana = Teh, Ivan = Jus, dan Joko = Kopi. Jadi, pernyataan bahwa Joko memesan Kopi adalah BENAR.
Contoh Soal Verbal 2

Jawaban: B. Salah
Pembahasan:
Langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut:
- Hana sudah pasti memesan Teh, sedangkan Ivan memesan Jus.
- Gani tidak boleh memilih Kopi maupun Jus. Karena Teh sudah dipesan Hana dan Jus sudah menjadi milik Ivan, pilihan yang tersisa untuk Gani adalah Susu.
- Setelah itu, minuman yang belum dipilih hanya Kopi, sehingga otomatis menjadi pesanan Joko.
Hasil akhirnya adalah Gani = Susu, Hana = Teh, Ivan = Jus, dan Joko = Kopi. Jadi, pernyataan bahwa Gani memesan Kopi adalah SALAH.
Contoh Soal Numerical 1

Jawaban: 27
Pembahasan:
Pola pada baris tersebut adalah setiap angka dikalikan 3, kemudian ditambah 2.
Contohnya:
29 × 3 + 2 = 89
89 × 3 + 2 = 269
Untuk mencari nilai pada tanda tanya, gunakan pola yang sama secara terbalik:
(83 − 2) ÷ 3 = 81 ÷ 3 = 27
Jadi, angka yang tepat untuk menggantikan tanda tanya adalah 27.
Contoh Soal Numerical 2

Jawaban: 162
Pembahasan:
Pola pada baris tersebut adalah setiap angka dibagi 3, kemudian ditambah 2.
Contohnya:
489 ÷ 3 + 2 = 165
165 ÷ 3 + 2 = 57
Untuk mencari nilai pada tanda tanya:
480 ÷ 3 + 2 = 160 + 2 = 162
Jadi, angka yang tepat untuk menggantikan tanda tanya adalah 162.
Contoh Soal Digit Symbol 1

Jawaban: E. JCG
Pembahasan:
Terjemahkan setiap simbol sesuai legenda, dimulai dari kiri ke kanan:
- ╕ = J
- ╟ = C
- ╫ = G
Jika ketiga simbol tersebut digabungkan, hasilnya adalah JCG.
Jadi, jawaban yang benar adalah E. JCG.
Contoh Soal Digit Symbol 2

Jawaban: E. FIGC
Pembahasan:
Terjemahkan setiap simbol berdasarkan legenda dari kiri ke kanan:
- ╯ = F
- ┏ = I
- ╫ = G
- ╟ = C
Jika seluruh simbol digabungkan, rangkaian huruf yang diperoleh adalah FIGC.
Jadi, jawaban yang benar adalah E. FIGC.
Contoh Soal Diagrammatical 1

Jawaban: B. Set B
Pembahasan:
Perhatikan terlebih dahulu aturan pada masing-masing set. Pada Set A, setiap kotak memiliki tepat dua bangun dengan garis tepi putus-putus, sedangkan bangun lainnya menggunakan garis tepi penuh. Sementara itu, pada Set B, setiap kotak hanya memiliki satu bangun dengan garis tepi putus-putus.
Pada figure, terdapat tiga bangun. Segitiga di bagian atas menggunakan garis tepi penuh, lingkaran di kiri bawah menggunakan garis tepi putus-putus, dan lingkaran di kanan bawah menggunakan garis tepi penuh.
Artinya, figure hanya memiliki satu bangun bergaris putus-putus. Kondisi ini sesuai dengan aturan Set B dan tidak memenuhi aturan Set A yang mensyaratkan dua bangun bergaris putus-putus.
Jadi, jawaban yang benar adalah B. Set B.
Baca juga: Rangkuman Materi Ekonomi dan Kebanksentralan untuk PCPM BI
Cara Menghadapi Soal Verbal
Kesalahan yang cukup sering terjadi saat mengerjakan soal verbal adalah terlalu cepat menarik kesimpulan. Jika informasi yang diberikan belum menghasilkan satu jawaban pasti, jangan langsung memilih Benar atau Salah hanya karena salah satu kemungkinan terlihat paling masuk akal.
Cara yang lebih efektif adalah membuat tabel, urutan, atau catatan sederhana. Tandai terlebih dahulu informasi yang sudah pasti, lalu gunakan aturan larangan, hubungan antarobjek, atau urutan tertentu untuk mengisi bagian yang masih belum diketahui.
Pilihan Tidak Dapat Ditentukan juga perlu diperhatikan. Jawaban ini digunakan ketika masih terdapat dua atau lebih susunan yang sama-sama memenuhi seluruh kondisi. Jadi, pastikan semua kemungkinan sudah diperiksa sebelum menentukan jawaban akhir.
Strategi Mengerjakan Numerical
Pada soal Numerical berbentuk matriks angka, sebaiknya jangan langsung menggunakan operasi yang rumit. Mulailah dari pola dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Periksa terlebih dahulu satu baris atau kolom yang sudah lengkap. Jika pola yang ditemukan juga berlaku pada bagian lainnya, barulah gunakan pola tersebut untuk mencari angka yang hilang.
Peserta juga perlu memperhatikan kemungkinan operasi gabungan. Dalam materi latihan, terdapat pola seperti ×3 + 2, ÷3 + 2, selisih tetap, hingga beberapa operasi berbeda dalam satu rangkaian. Karena itu, penting untuk menguji pola secara menyeluruh agar tidak terburu-buru memilih jawaban.
Teknik Menghadapi Digit Symbol
Digit Symbol terlihat sederhana karena peserta hanya mencocokkan simbol. Tantangannya justru terletak pada waktu dan ketelitian.
Gunakan urutan tetap dari kiri ke kanan. Jangan berpindah-pindah antara simbol pertama dan simbol terakhir karena lebih mudah menyebabkan kesalahan posisi. Pada tahap awal latihan, utamakan ketepatan. Setelah tingkat kesalahan semakin kecil, baru tingkatkan kecepatan.
Dokumen terlampir merancang beban Digit Symbol secara bertahap, mulai dari rangkaian pendek hingga rangkaian yang lebih panjang. Pendekatan seperti ini dapat digunakan untuk membangun kecepatan tanpa mengorbankan akurasi.
Cara Membaca Pola Diagrammatical
Saat menghadapi Set A dan Set B, jangan hanya melihat jenis bentuk. Catat apa yang konsisten pada seluruh contoh.
Beberapa unsur yang dapat diperiksa adalah:
- jumlah objek;
- garis penuh atau putus-putus;
- posisi objek;
- bentuk yang berada di dalam dan di luar;
- jumlah pasangan;
- arah;
- ukuran; dan
- hubungan antarobjek.
Jika sudah menemukan dugaan aturan, uji aturan tersebut terhadap semua contoh pada Set A dan Set B. Aturan yang hanya cocok pada satu atau dua gambar belum cukup kuat.
Strategi Persiapan Seleksi Potensi Dasar
Bank Indonesia tidak memublikasikan jumlah soal ataupun rincian empat subtes tersebut sebagai format resmi Seleksi Potensi Dasar PCPM 41 pada FAQ publik. Karena itu, latihan verbal, numerical, digit symbol, dan diagrammatical sebaiknya digunakan untuk memperkuat kemampuan, bukan untuk menghafal perkiraan bentuk ujian.
Buat sesi latihan yang berbeda. Satu sesi dapat difokuskan pada akurasi, kemudian sesi berikutnya menggunakan batas waktu. Catat jenis kesalahan yang paling sering muncul sehingga waktu belajar tidak hanya dihabiskan untuk mengulang materi yang sudah dikuasai.
Persiapan perangkat juga perlu dilakukan. Untuk tes online, FAQ PCPM 41 meminta peserta menggunakan komputer atau laptop dengan webcam, RAM minimal 4 GB, perangkat input yang berfungsi, browser terbaru, serta koneksi internet stabil. Penggunaan ponsel atau tablet tidak diperbolehkan untuk tes online.
Baca juga: Cara Efektif Belajar Ekonomi untuk PCPM BI Non-Ekonomi
Mini FAQ
Apa itu TPD PCPM BI?
Dalam materi persiapan, TPD biasanya merujuk pada Tes Potensi Dasar. Namun, istilah resmi pada PCPM BI Angkatan 41 adalah Seleksi Potensi Dasar, yaitu tahap setelah Seleksi Administrasi.
Apa saja soal TPD PCPM BI?
Bank Indonesia belum memublikasikan pembagian subtes rinci pada FAQ PCPM 41. Dokumen kurikulum terlampir menggunakan latihan verbal, numerical, digit symbol, dan diagrammatical sebagai materi persiapan.
Berapa jumlah soal TPD PCPM BI 41?
Tidak ada rincian jumlah soal Seleksi Potensi Dasar PCPM 41 yang dipublikasikan Bank Indonesia pada informasi resmi yang digunakan untuk artikel ini. Jumlah soal dalam file merupakan rancangan kurikulum internal.
Apakah verbal dan numerical pasti keluar?
Keduanya terdapat dalam kurikulum latihan yang dilampirkan, tetapi tidak sebaiknya diklaim sebagai subtes resmi PCPM 41 sebelum ada rincian langsung dari Bank Indonesia.
Apakah contoh soal di artikel ini soal asli PCPM BI?
Bukan. Contoh soal merupakan bahan latihan yang dikembangkan berdasarkan pola pada dokumen kurikulum terlampir. Soal tidak diklaim sebagai bocoran atau soal resmi Bank Indonesia.
Apa tahapan setelah Seleksi Potensi Dasar?
Peserta yang lolos akan melanjutkan ke Seleksi Pengetahuan Teknis, dengan materi resmi Pengetahuan Umum, Kebanksentralan, dan Bahasa Inggris. Setelah itu masih terdapat Seleksi Psikologi, Kesehatan dan Psikiatri, Wawancara Pra Tahap Akhir, dan Seleksi Tahap Akhir.
Ringkasan
Soal TPD PCPM BI dapat dipersiapkan melalui latihan yang menekankan kemampuan membaca informasi, penalaran angka, ketelitian simbol, dan pengenalan pola. Berdasarkan kurikulum yang dilampirkan, empat kelompok latihan yang digunakan adalah verbal, numerical, digit symbol, dan diagrammatical.
Meski demikian, pembagian tersebut harus diposisikan dengan tepat. Bank Indonesia secara resmi mengumumkan adanya Seleksi Potensi Dasar pada PCPM Angkatan 41, tetapi tidak memublikasikan rincian jumlah soal, durasi, ataupun pembagian empat subtes tersebut dalam FAQ yang tersedia.
Karena itu, latihan sebaiknya diarahkan pada kemampuan dasar yang dapat digunakan menghadapi berbagai pola soal. Jangan terlalu bergantung pada prediksi format, terlebih menganggap soal latihan sebagai bocoran tes sebenarnya.
Referensi
- Bank Indonesia – Seleksi Penerimaan PCPM Angkatan 41, memuat pengumuman PCPM 41 dan periode pendaftaran 9–14 Agustus 2026. (Bank Indonesia)
- Portal Rekrutmen PCPM BI Angkatan 41 – Bantuan/FAQ, memuat tahapan resmi seleksi, sistem gugur, ketentuan tes online, dan Seleksi Pengetahuan Teknis. (PCPM BI)
- Kurikulum PCPM BI Angkatan 41 – PT Cerebrum Edukanesia Nusantara




